James McAvoy – Jessica Chastain Gabung Sekuel ‘IT’

IT memang salah satu proyek paling menguntungkan Warner Bros pada tahun 2017 kemarin. Dengan budget cuma USD 35 juta, film yang diangkat dari novel karya Stephen King  itu sukses meraih USD 700,4 juta dari peredarannya di seluruh dunia. Tak heran kalau akhirnya proyek sekuel yang diberi judul IT: CHAPTER 2 tak butuh lama untuk digarap.

 

Karena mengambil waktu 27 tahun sejak peristiwa di IT, tujuh bocah asal kota Derry yang tergabung di The Losers Club tentu akan sudah beranjak dewasa. Untuk itulah Warner Bros dan sutradara Andy Muschietti mulai mencari aktor-aktris yang cocok berperan. Terbaru, The Hollywood Reporter melansir pada Jumat (13/4) kemarin bahwa aktris cantik Jessica Chastain sudah setuju untuk berperan sebagai Beverly Marsh yang beranjak dewasa. Dalam IT, karakter Beverly yang merupakan satu-satunya anggota perempuan The Losers Club itu secara apik dimainkan oleh Sophia Lillis.

 

Masuknya Chastain ini jelas menambah bukti kalau IT: CHAPTER 2 sangat layak dinanti. Karena sebelumnya dua aktor tampan, James McAvoy dan Bill Hader sudah dipastikan bergabung dalam proyek sekuel film horor terlaris sepanjang masa ini. McAvoy akan mengisi peran sebagai Bill Denbrough, pemimpin The Losers Club yang diperankan sebelumnya oleh Jaeden Lieberher. Sementara untuk Hader, dia akan mengisi peran Richie Tozier yang sudah dewasa. Dalam IT, karakter yang jadi sahabat Bill itu dimainkan oleh Finn Wolfhard.

 

Memastikan sang badut iblis Pennywise kembali diisi oleh Bill Skarsgard, produser Roy Lee menyebut jika IT: CHAPTER 2 akan mulai syuting pada Juli 2018 dan target rilis 6 September 2019.

 

‘IT: CHAPTER 2’ Akan Fokus Pada Pennywise?

 

Bagi anda yang menonton IT tanpa membaca novelnya, tentu masih penasaran dengan sosok Pennywise. Muschietti memang cuma fokus pada kisah bocah-bocah The Losers Club yang berusaha menghentikan teror hilangnya anak-anak kecil di Derry. Untuk IT: CHAPTER 2, Skarsgard yang menghadiri New York Comic Con sempat berharap jika sekuelnya akan membongkar masa lalu Pennywise sehingga kesan teror psikologis lebih terasa.

 

Dilansir berbagai sumber, Pennywise sejatinya bukanlah badut. Sang pembunuh ini adalah makhluk jahat kuno yang besar kemungkinan sudah berusia miliaran tahun dan berasal dari kehampaan yang mengandung seluruh alam semesta alias Macroverse. Dalam novel digambarkan sosok asli sang badut adalah makhluk merayap tak berujung, berbulu dan terbuat dari cahaya jingga. ‘It’ tiba di bumi akibat peristiwa dahsyat jutaan tahun lalu dan mendarat di cikal bakal kota Derry, negara bagian Maine, Amerika Utara.

 

Kemungkinan Yang Muncul di ‘IT: CHAPTER 2’

 

Waspada spoiler, Digital Spy baru-baru ini merumuskan beberapa teori yang bakal terjadi di IT: CHAPTER 2. Pertama adalah karakter Mike Hanlon (Chosen Jacobs) yang memilih menetap di Derry dan menjadi pustakawan akan menemukan informasi pertama bahwa Pennywise telah kembali. Lalu karakter Stan Uris (Wyatt Oleff) disebutkan bakal mengalami trauma berat yang membuatnya bunuh diri dengan memotong urat nadi tangannya. Tak heran kalau Muschietti akan mengincar aktor besar untuk mengisi peran Stan dewasa.

 

Karakter kunci lain yang akan membuat kejutan adalah Henry Bowers (Nicholas Hamilton), bocah togel singapura psikopat yang merupakan musuh The Losers Club ini terlihat jatuh ke sebuah sumur tapi kabarnya dia selamat dan dirawat di Rumah Sakit Jiwa Juniper Hill. Henry akhirnya kabur dan akan dalam kendali Pennywise sebagai mesin pembunuhnya.

 

Gugatan Dikabulkan, Abu Tours Wajib Bayar Utang Rp 18 M!

Setelah kasus First Travel terbongkar pada pertengahan 2017 kemarin, berbagai kasus penipuan umroh di Indonesia seolah satu-persatu terungkap. Meskipun memang tidak sefantastis First Travel, biro umroh asal Makassar yakni Abu Tours membuat ribuan jamaahnya emosi berat. Terbaru, Pengadilan Negeri (PN) Makassar mengabulkan gugatan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) jamaah Abu Tours yang jumlahnya mencapai 18 miliar rupiah!

 

Ridwan Bakar selaku kuasa hukum agen jemaah Abu Tours menyebutkan kalau pihak tergugat memiliki masa 45 hari untuk memberikan solusi atas nasib jamaah. “Sesuai mekanisme diangkat seorang pengurus. Jemaah meminta apakah diberangkatkan, harus ada kepastian. Kalau dikembalikan uang dan kapan dikembalikan. Kalau tidak tercapai kesepakatan, batas 220 hari ya konsekuensi pailit,” seperti dilansir detikcom.

 

Dalam sidang PKPU Abu Tours ini, hadir sekitar sembilan agen dengan jumlah jamaah yang belum berangkat umroh mencapai 1.282 orang. Sembilan agen ini sama-sama kompak mendesak agar Abu Tours membayar seluruh tagihan hutang yang sudah jatuh tempo dengan nilai delapan belas miliar rupiah. Namun sejatinya penipuan yang dilakukan Abu Tours lebih dari jumlah itu karena masih ada puluhan ribu jamaah tertipu tersebar di berbagai agen dan mitra Abu Tours dengan total kerugian Rp 1,4 triliun.

 

Abu Tours Punya Aset Hingga Singapura

 

Setelah kasus dugaan penipuan umroh yang dilakukan pemilik Abu Tours, Hamzah Mamba, terungkap, Polda Sulawesi Selatan mulai melakukan penyitaan kepada seluruh aset sang CEO. Penyitaan ini sudah dimulai sejak dua pekan lalu pada Sabtu (30/3) di Makassar. Aset milik Hamzah yang diduga dibeli dengan uang para jamaah itu adalah sembilan unit bangunan di empat lokasi berbeda, lima mobil dan satu sepeda motor.

 

Tak main-main, seluruh aset milik Hamzah yang ada di Makassar ditaksir mencapai 100 miliar rupiah lebih. Setelah di Makassar, Ditreskrimsus Polda Sulsel melakukan penggeledahan di rumah Hamzah yang berlokasi di Depok sekaligus menyita gedung AbuCorp, kantor pusat Abu Tours di Jakarta. Tak hanya berpusat di Makassar dan Jakarta saja, kepolisian berniat menelusuri harta-harta yang dimiliki Hamzah hingga di Singapura.

 

“Kalau di Indonesia menyita aset itu gampang. Tentu beda kalau di luar negeri harus ada kerjasama dengan Interpol. Apalagi jika asetnya di Singapura, tentu sangat susah dan kita tidak punya perjanjian ekstradisi dengan Singapura,” jelas Kombes Dicky Sondani selaku Kabid Humas Polda Sulsel.

 

Cerita Pilu Tiga Nenek Korban Abu Tours

 

Meskipun kini kepolisian tengah memburu seluruh aset Hamzah, nasib para jamaah Abu Tours masih belum jelas. Sudah mengumpulkan uang belasan juta rupiah dalam waktu tidak singkat, kini mereka harus menelan kecewa karena jadi korban penipuan. Kekecewaan mendalam itulah yang dirasakan tiga orang nenek di desa Mattirotasi, kecamatan Maros Baru, Maros di Sulawesi Selatan sana.

 

Ketiga orang nenek itu adalah Daeng Jida (60), Daeng Sana (74) dan Daeng Sangning (63). Sudah melakukan pembayaran di awal tahun 2017 dan dijanjikan berangkat Februari 2018, ketiga nenek yang masing-masing kehilangan uang Rp 15 juta itu cuma bisa menelan pil pahit. Semakin sedih karena uang belasan juta itu dikumpulkan dengan jerih payah luar biasa. Seperti Daeng Jida yang mengumpulkan uang sebagai dukun bayi, Daeng Sangning yang sampai menggadaikan sepetak empang warisan mendiang suaminya hingga Daeng Sana yang mendapatkan uang judi bola dari sisa penjualan sawah milik anaknya.

Perbedaan Rossi Tabrak Stoner pada 2011 dan Marquez Tabrak Dirinya

Insiden di mana Marc Marquez menabrak Valentino Rossi pada ajang MotoGP Argentina 2018 membuat hal itu kembali dikaitkan dengan insiden Rossi menabrak Casey Stoner di tahun 2011 silam.

Ungkit-Ungkit Masa Lalu

MotoGP pada akhirnya harus berakhir panas bukan karena hasil lomba togel online yang pada akhirnya dijuarai oleh Cal Crutchlow namun karena Rossi ditabrak Marquez sehingga mau tak mau The Doctor harus keluar lintasan. Meskipun dirinya bisa melanjutkan lomba, ia gagal meraih poin.

Insiden ini lah yang akhirnya membuat peggemar Rossi dan Marquez menjadi saling bersitegang di dunia maya. Mereka membela idolanya masing-masing. Misalnya, penggemar Rossi menyebutkan bahwa Marquez melakukan kesalahan karena dianggap terlalu memaksakan diri ketika ingin mendahului Rossi. Sementara itu, penggemar Marquez mengatakan bahwa Rossi sudah pernah melakukan kesalahan yang sama di masa lalu.

Salah satu momen yang mana dijadikan pembelaan penggemar Marquez adalah saat Rossi membuat Stoner terjatuh pada GP Jerez tahun 2011. Jika insiden Marquez menabrak Rossi terjadi 4 lap menjelang lomba berakhir maka insiden Rossi membuat Stoner pada saat itu terjatuh ketika lomba baru saja dimulai.

Pada saat itu, Rossi yang tengah menunggangi Ducati berada di posisi ketiga dan ia berusaha untuk menyalip Stoner yang mana ada tepat di depannya. Rossi akhirnya menyalip lewat sisi dalam akan tetapi malah kemudian kehilangan keseimbangan. Rossi yang terjatuh lalu menyeret Stoner keluar arena.

Untuk insiden Rossi-Marquez di MotoGP Argentina, Marquez masih bisa mempertahankan keseimbangannya. Jadi bisa dikatakan insiden Rossi-Stoner di Jerez tersebut saat itu membuat keduanya terjatuh.

Sama-Sama Ungkap Kekesalan

Akan tetapi satu hal yang sama yakni Stoner juga menumpahkan kekesalannya usai dirinya terjatuh seperti halnya Rossi yang menumpahkan kekesalannya pada Marquez di Argentina.

Perbedaan yang lainnya antara kedua insiden tersebut adalah saat momen setelah perlombaan selesai. Marquez yang mendatangi garasi Rossi akhirnya ditolak oleh tim Rossi, pada saat kejadian 7 tahun lalu, Stoner bisa bertemu dengan The Doctor karena The Doctor ingin mengutarakan permintaan maafnya.

Akhirnya Rossi bisa tetap melanjutkan perlombaan sesudah insiden Jerez 2011 itu. Pebalap yang berasal dari Italia tersebut mampu finis di posisi yang kelima seperti apa yang dialami oleh Marquez di ajang MotoGP Argentina 2018.

Akan tetapi bedanya, Rossi tetap memiliki hak atas 11 poin sementara Marquez harus mau gigit jari karena dirinya terkena penalti 30 detik yang mana membuat catatan waktunya berada di posisi ke-18. Marquez juga akhirnya pulang dengan tangan kosong karena tidak memiliki poin di balapan kali ini ia tak mendapatkan poin.

Valentino Rossi juga sempat mengungkapkan kekhawatirannya pada gaya balapan Marquez yang dianggapnya sangat agresif sehingga membuat dirinya jatuh. Ia mendapat nasib yang sial karena dirinya gagal membawa poin dari Sirkuit Termas de Rio Hondo sesudah dirinya mampu finis pada posisi ke-19 saja. Rossi yang saat itu tengah berada di posisi keenam, mengutarakan kekhawatirannya pada gaya balapan Marquez.

“Inilah sosoknya, dalam 15 seri terakhirnya ia selalu saja seperti ini. Ia selalu membuat pebalap yang lainnya takut dengan adanya ancaman aka tersingkir keluar dari lintasan,” katanya.

“Saya sangat takut kalau saya berada di dekat Marquez, karena saat saya tahu ia datang mendekati saya, maka saya mesti berharap supaya tidak terjatuh,” tukas The Doctor.