Jonathan Christie Harus Angkat Koper, Tunggal Putra Habis

Kabar yang tidak mengenakkan datang dari Kejuaraan Bulutangkis Asia. Jonathan Christie yang diharapkan bisa membawa tunggal putra Indonesia menuju kemenangan dan mendapatkan medali harus kalah dan mengikuti temannya yang lain angkat koper lebih dulu. Ia terpaksa harus kalah dari Ng Ka Long Angus. Yang mengecewakan adalah artinya Indonesia tidak lagi memiliki wakil nomor tunggal putra pada Kejuaraan Bulutangkis Asia.

Sebelumnya Tembus Babak Kedua

Nasib yang kurang baik sayangnya mesti dihadapi oleh Jonathan Christie. Padahal sebelumnya ia tampil dengan baik dan bisa tembus ke babak kedua. Sebelumnya, Jonathan dan Ihsan Maulana Mustofa mendapatkan hasil yang berbeda pada babak pertama kejuaraan ini pada hari Rabu (25/4). Jonathan kemarin bergembira karena ia bisa melenggang ke babak kedua sementara itu, Ihsan mesti angkat koper terlebih dahulu.

Jonathan mengikuti jejak Anthony Sinisuka Ginting yang telah terlebih dahulu lolos. Ia menembus babak kedua setelah dirinya mengalahkan Niluka Karunaratne. Sementara Jonathan lolos bebas ke babak kedua setelah menang atas wakil dari Jepang yang jempolan, Kazumasa Sakai. Ia bisa menang dengan 2 gim langsung dengan skor 21-13 dan 21-11.

Di babak kedua, Jonathan pasalnya berhadapan dengan unggulan kedelapan yakni Ng Ka Long Angus. Pebulutangkis handal asal Hong Kong tersebut merebut tiket ke babak kedua setelah dirinya menang atas pebulutangkis asal Taiwan dengan skor 21-18, 14-21 dan 21-14.

Sayang sekali jejak dari Jonathan itu tak bisa diikuti oleh Ihsan. Saat ia berlawanan dengan Son Wan-Ho, ia harus menyerah dengan skor 17-21 dan 10-21 dalam waktu 42 menit lamanya.

Tersingkir di Babak Kedua

Namun nampaknya Jonathan juga menyusul Ihsan karena dirinya sekarang mesti mau menerima kekalahannya atas Ng Ka Long Angus dengan skor 21-19, 12-21 dan 21-15 dengan lama pertandingan 1 jam 4 menit.

Setelah dirinya kalah pada gim pertama, Jonatan juga mendominasi perolehan poin pada gim kedua. Dia mampu menjaga keunggulannya atas Ng Ka Long Angus sampai dengan 6 poin beruntun yang didapatkannya di penghujung pertandingan dan membuat gim kedua berakhir dengan kedudukan 21-12.

Di gim penentuan, sebenarnya Jonatan sempat memimpin dengan skor 11-9. Akan tetapi Ng Ka Long bisa merebut 6 poin beruntun dan berbalik lagi merebut 6 poin dan akhirnya unggul dengan skor 15-11. Ng Ka Long pasalnya terus menjaga keunggulannya sampai akhirnya ia menang dengan skor 21-15.

Kekalahan Jonatan ini membuat Indonesia sayangnya tidak lagi mempunyai wakil di nomor tunggal putra di kejuaraan Asia pada kali ini. beberapa jam sebelumnya juga Anthony Ginting harus mau menerima kekalahannya dari Lee Chong Wei di babak yang sama juga.

Sepeerti yang sudah disebutkan sebelumnya, Ihsan Maulana Mustofa pun sudah lebih dulu angkat koper di babak pertamanya karena ia tidak sanggup melewati adangan unggulan dari Kore Selatan, Son Wan Ho.

Hal yang sama juga terjadi di nomor ganda putra. Indonesia tidak memiliki wakil pada babak dewa poker perempat final setelah Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan dan juga Angga Pratama/Rian Agung menyusul rekan-rekannya Fajar Alfian/Rian Ardianto dan juga Berry Angriawan/Hardianto tersingkir dari kejuaraan ini.

Di laga sebelumnya juga, Della Destiara/Rizki Amelia Pradipta bisa memberikan kejutan besar karena mengalahkan unggulan pertama Chen Qingchen/Jia Yifan. Mereka bisa meredam permainan Chen/Jia dan bisa memenangkan pertandingan dengan skor 21-16 dan 21-14.

Kemenpora Mendesak PSSI Menunjuk Pelatih Untuk Timnas Indonesia U-19

Kemenpora (Kementerian Pemuda dan Olahraga) minta PSSI segera menunjuk siapa pelatih Timnas Indonesia U-19 yang bakal mengikuti Piala AFF dan juga Piala Asia pada tahun 2018 ini.

Bima Sakti Sempat Jadi Pelatih

Setelah tak memperpanjang kontrak dari Indra Sjafri di akhir tahun lalu, langsung saja Timnas Indonesia U-19 seolah tak berinduk karena tidak memiliki pelatih. Bima Sakti, asisten pelatih Timnas Indonesia U-23 sempat menggantikan Indra Sjafri dan juga mendampingi Egy Maulana Fikri serta kawan-kawannya saat beruji tanding berhadapan dengan Timnas Jepang U-19 di akhir bulan Maret kemarin.

Akan tetapi sayangnya tidak lama, Bima menjabat posisi pelatih di tim yang pernah mempunyai juukan Garuda Nusantara tersebut karena mesti kembali ke sisi Luis Milla untuk mendampinginya melatih Timnas Indonesia U-23.

Oleh sebab itu, Kemenpora, mendesak PSSI segera menentukan pelatih karena bakal menghadapi Piala AFF di bulan Juli mendatang dan juga Piala Asia pada bulan Oktober sampai dengan November 2018 mendatang.

Tak Kunjung ada Nama

“Tempo hari, Bima Sakti digantikan lagi agar lebih fokus ke Timnas Indonesia U-23. Harusnya sekarang itu sudah ditetapkan (siapa yang menjadi pelatih Timnas Indonesia U-19),” ungkap Gatot S. Dewa Broto, Sekretaris Menpora, dikutip dari CNN Indonesia.

Gatot juga mengatakan bahwa ia sempat menanyakan perilah pelatih Timnas Indonesia U-19 ini pada Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, dalam sebuah kesempatan beberapa waktu yang lalu. waktu itu, menurutnya, Joko menjawab bahwa bakal secepatnya menentukan siapa yang akan menjadi pelatih Timnas Indonesia U-19.

“Karena ya terus terang saja, waktunya sudah sangat pendek sekali. Mereka punya perhitungan Bima Sakti tak layak menangani itu (Timnas Indonesia U-19) namun siapanya (penggantinya) belum juga ada nama,” sambungnya.

“Melalui kesempatan ini, maka saya mengimbau pada PSSI untuk segera mengumumkan siapa kah pelatih baru untuk Timnas Indonesia U-19. Kalau saya bertemu dengan PSSI, saya pun akan mengingatkan kembali,” imbuhnya menegaskan.

Ia melanjutkan, sebenarnya ada beberapa stok nama pelatih yang mana bisa dipercaya menangani Timnas Indonesia U-19 dan tingal PSSI saja yang menunjuk dan menyebutkan namanya. “Ini waktu sudah mepet sekali jadi jangan cari (sosok pelatih) yang ideal sekali. Cari saja yang sudah tahu chemistrynya kecuali kalau punya budget yang tinggi,” tegasnya lagi.

Nama Pelatih Ini Malah Muncul

Belum adanya nama pelatih untuk Timnas Indonesia U-19 ini membuat adanya sejumlah nama muncul sebagai spekulasi. Di beberapa media, muncul 2 nama pelatih poker online terpercaya dalam bursa pelatih baru ini. salah satunya adalah nama pelatih terdahulu, Indra Sjafri.

Sekjen PSSI, Ratu Tisha, memberikan janji bahwa dalam waktu dekat ini, nama pelatih Timnas Indonesia U-19 bakal diumumkan. Tisha mengatakan bahwa ia dan pihaknya sudah menominasi beberapa nama yang pantas menjadi pelatih Timnas Indonesia U-19.

Ia sendiri lebih meminta public Indonesia khususnya untuk menunggu sebelum PSSI secara resmi mengumumkan. Saat ditanya apakah sang pelatih terdahulu, Indra Sjafri, kemungkinan besar bakal kembali menjadi pelatih Timnas Indonesia U-19, Tisha sayang sekali hanya diam.

Selain Indra Sjafri, ada juga mantan pelatih Timnas Myanmar U-19, Gerd Zeise yang mana digosipkan melatih Skuat Merah Putih Muda. “Saya nggak bisa ngomong begitu karena ya takutnya nanti langsung mendiskreditkan pelatihnya. Ya intinya adalah ada beberapa nama dan bakal diumumkan dalam waktu dekat ini,” tukasnya.