Review film LIMA

Bagi penggemar film nasional, Anda tak boleh ketinggalan menyaksikan film LIMA garapan sutradara Lola Amaria serta dibintangi deretan artis watak Indonesia. Film LIMA ini mengambil tema yang cukup antimainstream yang tentu memberikan Anda pengalaman nonton film yang mengesankan. Bukannya drama roman picisan yang mengangkat kisah cinta ringan, film LIMA justru mengambil tema tentang konsep Pancasila.

 

Secara singkat jalan ceritanya adalah tentang jalan hidup para karakternya yang menerapkan nilai luhur dasar Negara dalam keseharian mereka. Sang sutradara, Lola Amaria dalam akun Instagramnya mengaku bahwa film ini terinspirasi oleh berbagai peristiwa yang kerap terjadi di masyarakat. Selain itu ia menyebut merasa bangga akan film yang tengah digarap ini karena dapat menggambarkan masyarakat Indonesia yang beragam dan majemuk namun tetap dapat mempertahankan persatuan.

 

Sekilas tentang film LIMA

Tujuan pembuatan film LIMA lebih karena kesadaran bahwa Negara kita mempunyai toleransi yang cukup besar. Visualisasi pada film ini dengan mengangkat kisah-kisah yang diadaptasi dari kisah nyata yang beberapa tahun belakangan ini terjadi di tanah air. Selain itu, menurut Lola film  LIMA ini juga hadir demi menjawab tantangan untuk membuat Pancasila semakin dekat dalam kehidupan  masyarakat. Dengan demikian narasi positif bisa terbangun agar arus radikalisme yang berdampak pada rusaknya tenun kebinekaan di Negara kita bisa dicegah.

 

Film LIMA ini secara serentak akan ditayangkan pada tanggal 31 Mei 2018 di seluruh bioskop nasional untuk memperingati hari lahirnya dasar Negara kita tersebut, yaitu pada 1 Juni 2018. Film ini merupakan film keluarga yang tengah berupaya untuk mengajarkan dan menerapkan nilai-nilai luruhnya dalam keseharian.

 

Tak mudah memang untuk menjadi orang yang pancasilais terutama bila dalam hubungan dengan keluarga, atau pergaulan dengan teman, masyarakat sekitar, dan kolega di kantor banyak ditemui konflik dan permasalahan yang menyinggung perilaku dan karakter. Setelah konflik demi konflik tersebut, keluarga itu akhirnya sadar bahwa akar mereka sesungguhnya adalah hal yang paling mendasar, yaitu Tuhan, Kemanusiaan, Persatuan, Musyawarah, dan Keadilan.

 

Kesan sutradara dalam menggarap film LIMA

Sebagai sutradara, Lola mengaku bahwa dalam penggarapan film raja poker tersebut ia dan tim tak jarang didera kesulitan, terutama penerapan pancasila yang teraplikasi dalam bentuk plot cerita yang menurutnya juga sangat kompleks. Pancasila sungguh sulit diterapkan dalam bentuk visual, bila tak dicermati seutuhnya akan cukup kompleks untuk dikupas. Karena itu sebelum mulai menggarap film ini Lola mengadakan riset telebih dahulu sekaligus berkonsultasi dengan para ahli seperti beberapa tokoh NU dan Pak Yudi Latif.

 

Tak hanya bekerja sendiri, proyek film LIMA rupanya juga melibatkan 4 sutradara. Plot cerita dalam film yang berkisah tentang Ketuhanan digarap oleh sutradara Shalahuddin Siregar, sila kedua, Kemanusiaan oleh sutradara Tika Pramesti, sila ketiga, Persatuan digarap oleh Lola sendiri, sila keempat, yang intinya tentang musyawarah digarap oleh Harvan Agustriansyah, dan terakhir, sila kelima, Keadilan dikerjakan oleh Adriyanto Dewo. Seluruh sutradara tersebut dipilih sendiri oleh Lola sebagai teman kerjanya.

 

Deretan pemain yang berpartisipasi pada film ini adalah, aktris Prisia Nasution, Yoga Pratama, Alvin Adam, Kiki Narendra, Tri Yudiman, Dewi Pakis, Eliza, Raymond Lukman, dan lain-lain. Satu hal yang membuat Lola sedikit sedih adalah rating dewasa yang disematkan LSF kepada film garapannya tersebut sehingga hanya dapat ditonton oleh mereka yang berusia di atas 17 tahun. Ini karena awalnya Lola berniat untuk membawa film tersebut untuk disaksikan siswa-siswa SD, SMP, dan SMA.

Jual 320 Ribu Tiket, Namun Target 212 Terhalangi Deadpool 2

Film 212 The Power of Love nyatanya bisa menunjukkan kemampuannya dalam hal bertahan di bioskop dengan berhasil melewati akhir pekan pertama ditayangkan dan film itu sukses menjual bahkan lebih dari 320 ribu buah tiket.

Tembus di Luar Prediksi

Capaian ini bahkan lebih tinggi ketimbang yang diprediksi sebelumnya. Hal ini mengingat film ini dibuka dengan jumlah layar yang bisa dihitung dengan jari yakni hanya 135 layar saja di seluruh Indonesia pada 3 jaringan bioskop. Akan tetapi kekuatan alumni 212 yang mana bertekad mempertahankan film tersebut di layar lebar dengan membeli sejumlah tiket sampai bisa terpantau laris di pasaran membuat pihak bioskop akhirnya secara perlahan menambah jumlah layar untuk film ini.

Hingga saat ini, Selasa (15/5), atau tepat sepekan penayangannya, film yang dibintangi oleh Fauzi Baadila tersebut telah ditayangkan di sebanyak 147 bioskop di seluruh Indonesia, dan jumlah itu telah bertambah 12 layar dalam waktu sepekan.

Dengan capaian jumlah tiket yang terjual sampai dengan jumlah 302.212, film 212 The Power of Love ini diprediksi telah berhasil mengantongi sebanyak Rp. 11,8 milyar. Dilansir dari CNN Indonesia, tercatat pada hari Minggu (13/5), film ini berhasil mencapai angka penjualan tiket 273.711. berarti angka menunjukkan bahwa film ini telah menjual sebanyak 121.104 tiket sejak ditayangkan pada tanggal 11 Mei 2018 sampai dengan 13 Mei 2018.

Penjualan Tiket Lalu Menurun

Dengan rata-rata 30ribuan tiket yang terjual di bonus satu hari libur dan 3 akhir pekan itu, maka berdasarkan catatan yang diperoleh dari CNN Indonesia pula, angka ini pasalnya gagal melampaui lonjakan penjualan hari keduanya atau tanggal 10 Mei 2018 yang mencapai 76.395 tiket.

Terhambatnya film 212 ini pasalnya memanfaatkan 4 hari libur tersebut untuk mendulang bioskop raja poker juga bisa jadi dipengaruhi oleh kejadian teror bom yang mana terjadi di Surabaya sampai akhirnya penonton tak mau lagi menonton di bioskop.

Di sisi yang lainnya, film 212 The Power of love ini menjadi film lokal yang mana keempat terbanyak yang masih tayang setelah film The Secret: Suster Ngesot Urban Legend memimpin dengan total raihan penjualannya 588 ribu tiket. Kemudian, diikuti oleh Sajen dengan 572 ribu tiket dan Kembang Kantil dengan 360 tiket.

Akan tetapi belum juga mencapai setengah dari targetnya, yakni 1 juta penonton, film yang digarap oleh Jastis Arimba ini kembali lagi menghadapi tantangan. Pasalnya, Deadpool 2 dirilis mulai hari Selasa (15/5) sehingga film ini mendapat saingan lagi.

Saingan dengan Deadpool 2

Deadpool 2 yang mana masih merupakan film Marvel ini pun diprediksi analis film bakal mendapatkan angka akhir pekan pembukaan yang cukup tinggi, mencapai jumlah US $150 juta di Amerika Utara. Angka ini pun setengah dari pencapaian dari film Marvel yang baru saja tayang, Avengers: Infinity War yang pasalnya mencapai angka US %285 juta dalam periode yang sama.

Juga, laman penjualan tiket Fandago menyebutkan, dikutip dari CNN Indonesia, bahwa Deadpool 2 ini sebagai film golongan dewasa yang mana mempunyai angka penjualan tiket terbaik dalam sejarah mereka. dengan prediksi itu. maka atas nama usaha (bisnis), tidak lah mustahil bioskop lebih mau ‘menyerahkan’ layar-layar mereka ke Avengers: Infinity War pada Deadpool 2 yang akan mendapatkan lebih banyak penonton ketimbang memberikan ruang yang lebih lega untuk film lokal seperti 212 ini.